Sabtu, 21 September 2013
Tersenyumlah saat
kau mengingatku
Karna saat itu aku sangat merindukanmu
Dan menangislah saat kau merindukanku
Karna saat itu aku
tak berada disampingmu
Tetapi, pejamkanlah mata indahmu itu
Karna saat itu aku ada dipelukmu
Karna aku telah berada dihatimu untuk selamanya
Tak ada lagi yang tersisa untukku
Selain kenangan-kenangan indah bersama mu
Gerimis pagi yang membasahi bumi dengan
petir yang tak henti menakutkan hati untuk menuju rumah Dika yang sedang
berulang tahun.. Tak terasa hujan semakin buas dan tak ada alat untuk
mengucapkan selamat Ulang tahun kepadanya saat itu. Merasa sedih jika terus
dirasakan, Dinda pun mencoba menghilangkan semua itu dalam benaknya
Redanya hujan yang berganti dengan warna
pelangi yang indah membuat Dinda semangat menemui Dika untuk mengucapkan HBD
dan memberinya hadiah terindah yang telah
terbalut dengan bungkus kado cinta..
Sesampainya di depan rumah Dika, Dinda mengetuk dengan penuh semangat. Akan tetapi
tak ada sahutan yang membalas ketukan dan salannya. Hingga akhirnya Dinda
menghubungi Dika melalui telepon genggamnya.. “Hallo sayang, kamu dimana, aku
sedang di depan rumah mu.” Lontar kata yang langsung dia\ ucapakan pada Dika.
Tapi, yang terdengar hanyalah suara gemuruh dan sahutan seorang gadis yang
berucap “Maaf, ini siapa ya, ada hubungan apa anda dengan Dika sehingga anda
memanggilnya dengan panggilan sayang?” Tanya seorang gadis. “Mana Dika, aku
ingin bicara dengan nya. Kamu siapa dia, mengapa kamu yang harus mengangkat
telepon ini?” jawab Dinda dengan penuh
kebingungan. “Oh… saya kakak nya Dika. Dia sudah gak ada disini. Dia sudah
pergi melanjutkan kuliahnya di Singapore. Maaf dari Dika”jelas dia dengan memberitahukan
Dinda. Hp Dinda pun terjatuh, “Tak ku
sangka Dika tega meninggalkan ku tanpa kabar. Tapi, aku akan menunggu nya di
sini, aku akan menantinya sampai dia dating menjemputku ke pelaminan. Akhirnya,
aku mengirimkan kado dan kartu ucapan untuknya ke Singapore hari itu juga
melalui kiriman luar negeri.
Setelah beberapa minggu tak ada kabar dari
Dika, akhirnya dia mengirim surat untuk Dnda.
Dinda sangat bahagia saat menerima surat
dari Dika. Akhrnya Dinda dapat memahami alasan kepergian Dika yang mendadak.
Dinda pun dapat menerima keadaan tu, dia
menjalani hari-hari nya dengan baik, tanpa ada pikiran tak tenang yang terselip
di benak nya…
Setelah beberapa bulan Dinda menjalani
masa kesendirianya, dia pun merasa bosan dengan kekosongan harinya tanpa ada
Dika menemannya.. Hingga akhirnya Dinda memutus kan untuk mencari teman
penghibur (sahabat) yang akan menggantikan Dika.. Dan Dinda pun menemukan nya..
Disaat
pencarian dimulai, ia merasa ada yang
aneh dengan hubungannya bersama Mike.
Sejak saat itu hati Dinda terasa tak karuan.. Dinda masih bertanya-tanya
tentang perasaan nya pada Mike. Mungkinkah Dinda jatuh cinta dengan Mike. Oh, ya… itulah
laki-laki yang akan menjadi teman gandengan Dinda , dan tak tau apakah hubungan
ku itu akan berjalan mulus.
Pagi-pagi
sekali, Mike mengajak Dinda untuk makan bareng di Café dekat kampus mereka. Mike
langsung melontarkan kata Cinta pada Dinda… “Ya ampun…. Apa yang harus aku
jawab, jika aku menerimanya, bagaimana dengan Dika…. Dika telah berjanji
menikahi ku….”Kalimat ragu dalam batin Dinda. Tapi, pikirannya saat itu masih
terpatok dengan janji Dika dikemudian hari. … Sementara Dika yang masih belum
pasti dengan janjinya… Dinda pun mencoba untuk menerima cinta nya Mike. “Namun
maaf jika suatu hari nanti hubungan kita terputus oleh halangan yang datang”
Ucap Dinda dengan penuh rasa bimbang. Ternyata Mike pun dapat menerimanya, Mike
mengerti semua tentang omongan Dinda.
Di
sela-sela kesibukkan Mike dengan tugas kuliahnya.. Dinda dan Mike merasakan
kenyamanan persahabatan mereka dibandingkan dengan perasaan cinta mereka. Dinda
dan Mike pun putus dan menjalani hubungan sahabat mereka.v Suatu penyakit ganas muncul dan mematah
semangat hidup Dinda. Separuh ginjalnya sudah tidak berfungsi lagi, semua dokter tak
dapat mencari pendonor ginjal yang cocok
dengannya.
Hari
demi hari berlalu, tak ada satu orang pun yang dapat menolong kesembuhan Dinda.
Hingga pada hari itu seorang sahabat datang menolongnya yaitu. Mike. Namun, semua terjadi diluar keinginan semua
pihak. Ternyata seorang gadis yang bernama Dinda tidak dapat diselamatkan.
Disaat
detik-detik berkurangnya umur, Dika datang dalam waktu yang salah. Dika datang
agar segera terlaksana perkawinannya dengan Dinda. Namun yang terjadi itu di
luar dugaanya, cerita yang akan berakhir bahagia kini hanya bisa berderai air
mata. Dinda berucap “Dika, ku mohon peluklah tubuhku, hangatkan suasana dingin
di akhir nafas ku” ucap Dinda dengan nada yang mengecil. Dika memeluk, dan terpejamlah mata
indah Dinda dalam pelukkan Dika.
Semua orang hanya bisa berdiam diri
melihat Dinda yang tertidur pulas dengan lantunan doa.Tak terbayang betapa
rapuhnya jiwa raga disaat melihat sebuah berlian bening yang telah lama hilang
ketika baru saja ditemukan dalam keadaan tak bersinar.. Disaat keinginan itu
tak terwujud, Dika hanya dapat menangis, dia tak dapat berbuat suatu hal yang
berguna bagi dirinya sendiri. Dika menyadari bahwa itu semua berasal dari
kesalahannya. Dia sadar bahwa mewujudkan sebuah janji tak semudah cara
mengucapkannya. Kepergian Dinda menyesatkan pola pikir Dika. Seorang lelaki
tampan itu berlari dalam hujan yang begitu deras dengan suatu kejadian yang
menabrak dirinya. Mereka meninggalkan dunia ini dengan menit yang sama.
Tamat
Semoga kita dapat mengambil sisi baik nya dari cerita ini… dan pesan
yang saya beri adalah *Jika kamu merasa cinta itu muncul maka lakukanlah hal
terbaik untuk dia. Jangan pernah membuat
janji yang tak pasti di tengah kisah asmaramu. Janji adalah hal berat yang tak
terbayang betapa ringannya kita berucap *
J Terima kasih atas minat anda untuk
membaca cerpen dari saya J
Karna saat itu aku sangat merindukanmu
0 Comments:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


